Bimasakti harus menelan kekalahan melawan Satria Muda Britama
Bimasakti Nikko Steel Malang harus mengakui ketangguhan Satria Muda Britama Jakarta saat ditekuk, 74-44, dalam Liga Basket Nasional 2010 seri pertama di DBL Arena, Kamis (21/10/10). Pasukan muda Malang ini masih harus bersabar dan bekerja ekstra keras untuk menjadi yang terbaik di kompetisi profesional.
Ini menjadi kekalahan dengan marjin poin terbesar selama Bimasakti bertarung di seri pertama. Yang menyakitkan, tim Malang sempat memberikan perlawanan sengit hingga kuarter dua dengan selisih hanya tiga poin dari SM. Namun pengalaman dan kualitaslah akhirnya yang berbicara.
Kuarter pertama dimulai Bimasakti dengan meyakinkan. Bima Rizki Ardiansyah tampil dengan performa terbaik bagi timnya. Bekerjasama dengan Denny Sartika, mereka memberikan perlawanan sengit kepada kampiun Liga Basket Indonesia 2009 tersebut.
Bimasakti menutup kuarter dua dengan 27-30 dan diliputi optimisme bisa mengejar di kuarter tiga.
Kuarter tiga dibuka dengan tembakan dua angka Rony Gunawan dari SM yang langsung dibalas Yanuar Priasmoro. Yanuar meletupkan asa Bimasakti kembali setelah berhasil mengejar ketinggalan menjadi 31-34.
Sayangnya Bimasakti mulai terlalu terburu-buru saat menyerang. Buahnya banyak tembakan tidak akurat dan salah operan bola. Kelemahan ini dimanfaatkan SM yang mulai hidup. Christian Sitepu dari kubu SM yang masuk di tengah kuarter tiga membuat perolehan poin tim Jakarta kian melesat. Tak pelak kuarter tiga Bimasakti kian tertinggal 37-47.
Tertinggal sepuluh poin membuat permainan Bimasakti memburuk. Di kuarter penentu, Bimasakti mulai kehilangan permainan tim. Serangan mereka mandul dan mudah diblok oleh pemain SM yang menang postur badan. Gagal mencetak po in terus-menerus membuat pemain Bimasakti frustasi hingga terus terbenam.
Sebaliknya SM kian bermain membabi-buta. Pelatih SM Fictor Roring bahkan mulai percaya diri memasukkan pemain cadangan sejak kuarter tiga. Pemain muda Firdaus Achmad menyudahi laga dengan tembakan dua angka yang membuat timnya menang 74-44.
“Di atas kertas kami kalah kualitas tetapi bahkan melawan SM pun anak-anak saya sangat bekerja keras, kami hanya teledor di kuarter tiga,” ujar pelatih Bimasakti Eddy Santoso.
“Meskipun menang SM belum tampil dengan performa terbaiknya. Entah kenapa, api di dalam tim belum keluar, teamworknya belum benar-benar berjalan, mungkin saya salah setting,” ujar Fictor.
(sumber kc)
















